PAUD

Senin, 25 Juli 2011

SKB dan PKBM

PROPINSI JAWA TENGAH
� UPTD SKB Cepiring Kab. Kendal� SKB Ajibarang
� SKB Banjarnegara� SKB Batang
� SKB Blora� SKB Brebes
� SKB Jepara� SKB Kab. Tegal
� SKB Kalibagor� SKB Karanganyar
� SKB Kota Semarang� SKB Magelang
� SKB Pati� SKB Pekalongan
� SKB Pemalang� SKB Purwokerto
� SKB Rembang� SKB Simo Boyolali
� SKB Sukoharjo� SKB Surakarta
� SKB Temanggung� SKB Wilayah Sragen
� SKB Wonosobo� UPT SKB Cilacap
� UPT SKB Kabupaten Purworejo� UPT SKB Wilayah Gondang
� UPT SKB Wonogiri� UPTD SKB Ampel
� UPTD SKB Banyudono� UPTD SKB Demak
� UPTD SKB Gesi� UPTD SKB Grobogan
� UPTD SKB Karanggede� UPTD SKB Kebumen
� UPTD SKB Klaten� UPTD SKB Kota Boyolali
� UPTD SKB Kota Salatiga� UPTD SKB Kota Tegal
� UPTD SKB Susukan� UPTD SKB Tanon
� UPTD SKB Ungaran Kabupaten Semarang
PROPINSI KALIMANTAN BARAT
� SKB Kab. Pontianak� SKB Kabupaten Sanggau
� SKB Kapuas Hulu� SKB Ketapang
� SKB KOTA PONTIANAK� SKB Sambas
� SKB Sintang� UPLKB Kalbar
PROPINSI KALIMANTAN TENGAH
� BPKB Kalimantan Tengah� SKB Barito Selatan
� SKB Kota Waringin Barat� SKB Pulang Pisau
� UPTD SKB Kabupaten Kapuas� UPTD SKB Kota Waringin Timur
� UPTD SKB Muara Teweh
PROPINSI KALIMANTAN SELATAN
� BTKPPKB Prop. Kalsel� SKB Banjarbaru
� SKB Barito Kuala� SKB Hulu Sungai Selatan
� SKB Hulu Sungai Tengah� SKB Kabupaten Balangan
� SKB Kabupaten Banjar� SKB Kabupaten Tabalong
� SKB Kota Banjarmasin� SKB Kota Baru
� SKB Tanah Laut� SKB Tapin
PROPINSI DIY
� BPKB Yogyakarta� SKB Bantul
� SKB Gunungkidul� SKB Kabupaten Sleman
� SKB Kota Yogyakarta� SKB KULONPROGO
PROPINSI JAWA TENGAH
� Banjarnegara� Banyumas
� Batang� Blora
� Boyolali� Brebes
� Cilacap� Demak
� Grobogan� Jepara
� Kab Semarang� Karanganyar
� Kebumen� Kendal
� Klaten� Kodya Semarang
� Kota Magelang� Kota Pekalongan
� Kota Tegal� Kudus
� Magelang� Pati
� Pekalongan� Pemalang
� Purbalingga� Purworejo
� Rembang� Salatiga
� Sragen� Sukoharjo
� Surakarta� Tegal
� Temanggung� Wonogiri
� Wonosobo
PROPINSI DIY
� Bantul� Gunungkidul
� Kodya Yogyakarta� Kulonprogo
� Sleman
PROPINSI KALIMANTAN BARAT
� Bengkayang� Kab. Pontianak
� Kapuas Hulu� Ketapang
� Kota Pontianak� Kota Singkawang
� Landak� Melawi
� Sambas� Sanggau
� Sekadau� Sintang
PROPINSI KALIMANTAN TENGAH
� Barito Selatan� Barito Utara
� Gunungmas� Kasongan
� Kota Waringin Barat� Kota Waringin Timur
� Kuala Kapuas� Lamandau
� Murung Raya� Palangkaraya
� Pulang Pisau� Seruyan
� Sukamara� Tamiyang Layang
PROPINSI KALIMANTAN SELATAN
� Balangan� Banjar
� Banjarbaru� Banjarmasin
� Barito Kuala� Hulu Sungai Selatan
� Hulu Sungai Tengah� Hulu Sungai Utara
� Kota Baru� Tabalong
� Tanah Bumbu� Tanah Laut
� Tapin
sumber:
P2PNFI Regional II Semarang
Jl. Diponegoro 250 Ungaran Jawa Tengah
Telp : (024) 6922884, (024) 6921187, Fax : (024) 6922884, (024) 6922884
Email: bpplsp_reg3@yahoo.co.id
© 2011 | www.p2pnfisemarang.org
Theme: paudni.kemdiknas.go.id

Minggu, 24 Juli 2011

About is djarum

Djarum

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Untuk perkumpulan bulu tangkis dengan nama yang sama, lihat PB Djarum.

PT Djarum

Djarum.png

Jenis

Perusahaan keluarga

Industri

Industri tembakau

Didirikan

21 April 1951

Kantor pusat

Kudus, http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/9/9f/Flag_of_Indonesia.svg/22px-Flag_of_Indonesia.svg.png Indonesia

Tokoh penting

Robert Budi Hartono, CEO
Michael Bambang Hartono

Karyawan

75.000

Situs web

www.djarum.com

PT Djarum adalah sebuah perusahaan rokok di Indonesia yang bermarkas di Kudus, Jawa Tengah, Indonesia.

Sejarah Djarum berawal saat Oei Wie Gwan membeli usaha kecil dalam bidang kretek bernama Djarum Gramophon pada tahun 1951 dan mengubah namanya menjadi Djarum. Oei mulai memasarkan kretek dengan merek "Djarum" yang ternyata sukses di pasaran. Setelah kebakaran hampir memusnahkan perusahaan pada tahun 1963 (Oei meninggal tak lama kemudian), Djarum kembali bangkit dan memodernisasikan peralatan di pabriknya. Pada tahun 1972 Djarum mulai mengeskpor produk rokoknya ke luar negeri. Tiga tahun kemudian Djarum memasarkan Djarum Filter, merek pertamanya yang diproduksi menggunakan mesin, diikuti merek Djarum Super yang diperkenalkan pada tahun 1981. Saat ini Djarum dipimpin Budi Hartono dan Bambang Hartono, yang dua-duanya merupakan putra Oei.

Selain dunia rokok, Djarum juga dikenal aktif terlibat dalam dunia bulu tangkis. Klub bulu tangkisnya, PB Djarum, telah menghasilkan pemain-pemain kelas dunia seperti Liem Swie King dan Alan Budikusuma. Selain itu, sejak tahun 1998 perusahaan Djarum juga telah menguasai sebagian besar saham BCA.

[sunting] Produk

  • Djarum Super
  • Djarum Super CS
  • Djarum Super Mezzo
  • Djarum Coklat
  • Djarum Coklat Extra
  • Djarum Istimewa
  • Djarum 76
  • Djarum Black
  • Djarum Black Slimz
  • Djarum Black Menthol
  • Djarum Black Cappucino
  • Djarum Black Tea
  • Djarum Vanilla
  • Djarum Splash
  • Djarum Original
  • Djarum Cherry
  • Djarum Menthol
  • Djarum Special
  • Djarum Cigarillos
  • L.A Lights
  • L.A Menthol Lights
  • Inspiro
  • Dos Hermanos
  • Gold Seal

Tentang Djarum Beasiswa Plus

Kami menyadari, pendidikan merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan bangsa dalam mewujudkan masa depan yang lebih baik.

Oleh sebab itu, sejak tahun 1984, Djarum Beasiswa Plus secara konsisten berperan aktif memajukan pendidikan melalui pembudayaan dan pemberdayaan mahasiswa berprestasi tinggi, dalam berbagai pelatihan soft skills untuk membentuk manusia Indonesia yang disiplin, mandiri dan berwawasan masa depan serta menjadi pemimpin yang cakap intelektual, emosional dan spiritual.

Para calon penerima Djarum Beasiswa Plus tersebut diseleksi secara ketat dan harus memenuhi persyaratan IQ dan EQ sehingga mereka memiliki kecerdasan emosional dalam proses meraih prestasi.

Selain mendapat bantuan biaya pendidikan, para penerima Djarum Beasiswa Plus (Beswan Djarum)juga menerima manfaat lain berupa program pelatihan soft skills, yang merupakan kelebihan dari Program Djarum Beasiswa Plus, yaitu dengan mengikuti pelatihan mengenai wawasan kebangsaan, pengembangan karakter, kepemimpinan, kreatifitas, serta beberapa kegiatan lain dalam bidang sosial, lingkungan, pendidikan, dan budaya. Tujuannya tidak lain agar para Beswan Djarum kelak bisa menjadi manusia Indonesia yang disiplin, mandiri dan berwawasan masa depan sebagai calon pemimpin bangsa.

Melewati usia seperempat abad lebih program ini berjalan, lebih dari 7000 mahasiswa-mahasiswi dari 74 Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta di Indonesia telah menerima Djarum Beasiswa Plus.

Djarum Foundation, melalui Program Djarum Beasiswa Plus, akan terus konsisten dan berusaha menjaga komitmen demi tercapainya masa depan yang penuh cita-cita luhur. Sebuah semangat yang tak akan pernah berhenti untuk terus melahirkan generasi berprestasi.

www.djarumbeasiswaplus.org

Senin, 25 Oktober 2010


More car widgets at Widgia.com

Blogger Widgets at Widgia.com

PENGANGGURAN TERDIDIK DI NEGERI INI

Beda kata pengangguran terdidik dengan penganggur terdidik. Pengangguran terdidik memberikan gambaran jati diri tiap individu sebagaimana kualitas dari lembaga pendidikan yang ada. Hal ini berimplikasi pada kualitas penyelenggaraan lembaga pendidikan itu sendiri. Sebenarnya, pengangguran terdidik memiliki bekal pengetahuan dan sejumlah keterampilan yang dia miliki, namun mungkin saja mereka tidak sepenuhnya mencitrakan sisi afektifnya. Banyak anak-anak muda desa yang telah dididik di perguruan tinggi tetapi sebagian besar justru menjadi lupa dengan jatidiri dan tugas mulianya untuk menerapkan ilmunya ke dunia kerja begitu juga kembali membangun desa. Sebagian mereka bahkan lebih bangga berdasi meski hanya untuk sekedar menjadi buruh korporasi dari luar negeri. Pun sebagian lagi telanjur tercerabut dari akar mereka di desa, namun tak juga mendapat tempat di pasar tenaga kerja, sehingga menambah panjang deret pengangguran terdidik di negeri ini.

Pendidikan kita tak kunjung mampu merombak pola relasi yang timpang antara desa dan kota. Desa dengan segala kekayaannya masih menjadi pemasok yang setia bagi kemakmuran masyarakat kota dengan kontraprestasi yang tidak sepantasnya. Telah begitu banyak hutan dan kebun yang ditumbuhkan, pun tak terhitung lagi jutaan ton aneka mineral dan tambang yang dikeruk dari desa, sementara mayoritas penduduk miskin masih tertinggal di desa, dan marjinalisasi terus terjadi di sana.